MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA MENGADAKAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA BIDANG PENGABDIAN MASYARAKAT (PKM-M) DI DESA LEWOLOBA"

"






















MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA MENGADAKAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA BIDANG PENGABDIAN MASYARAKAT (PKM-M) DI DESA LEWOLOBA"


Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 2001 merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan, mewadahi, dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa. Salah satu bidang PKM yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M). Tujuan PKM-M adalah menumbuhkan empati mahasiswa kepada persoalan yang dihadapi masyarakat melalui penerapan iptek kampus yang menjadi solusi tepat bagi persoalan atau kebutuhan masyarakat yang tidak berorientasi pada profit.
Lulusan suatu Perguruan Tinggi dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan communication skill. Jika salah satu keterampilan/kemahiran tidak dimiliki maka dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. Untuk menjawab tantangan tersebut, maka pada tanggal 05 s.d 08 Maret 2020 mahasiswa program studi pendidikan matematika Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) melaksanakan kegiatan PKM-M di desa Lewoloba, kecamatan Ile Mandiri, kabupaten Flores Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menjadikan mahasiswa program studi (prodi) pendidikan matematika lebih kreatif, konstruktif, inovatif dan berkarakter. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan yang dihadapinya. Dengan demikian, pemikiran dan perilaku yang ditunjukkan mahasiswa akan bersifat kreatif (unik dan bermanfaat masyarakat sekitar), konstruktif (dapat diwujudkan), inovatif (dapat menawarkan suatu model pembelajaran yang baru), dan berkaraktek (mewujudkan nilai-nilai kemanusian di masyarakat).
Sebelum berangkat menuju tempat PKM-M, mahasiswa prodi pendidikan matematika mengikuti acara pelepasan yang dihadiri langsung oleh Ibu Brigita Elisabet KR. Uran, S.E., M.M selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) bersama Bapak Bernadus Bin Frans Resi, M.Pd salah dosen pendidikan matematika sekaligus sebagai dosen pendamping kegiatan PKM-M. Acara pelepasan terjadi pada Rabu, 04 Maret 2020, bertempat di ruangan kuliah prodi pendidikan matematika.  Acara pelepasan mahasiswa PKM-M ini berjalan lancar. Dalam sambutan, Bapak Bernadus menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada dekan FKIP karena sudah meluangkan waktu untuk menghadiri acara pelepasan mahasiswa PKM-M prodi pendidikan matematika. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia pelaksana PKM-M yang sudah mempersiapkan diri dengan maksimal untuk menyambut kegiatan ini. Salah satu program utama yang menjadi sasaran mahasiswa yaitu memperkenalkan alat peraga matematika di SDK Lewoloba pada kelas I s.d V. Maka dari itu, pesan Bernadus dalam sambutannya, “ketika nanti terlihat di lapangan, kalian tidak hanya sekedar mengajarkan konsep matematika, tetapi juga mengajarkan mereka untuk berpikir secara matematis yang benar dan tepat dalam belajar matematika”. Di akhir sambutan, Bernadus memberikan peneguhan kepada mahasiswa bahwa, “tanpa imajinasi, tak ada kesenian. Tanpa matematika, tak ada kehidupan. Oleh karena itu, selamat membumikan matematika dari kampus ke kampung, khususnya di bumi Lamaholot tercinta ini”. Beberapa kalimat beliau ini merupakan salah satu tantangan untuk para mahasiswa prodi pendidikan matematika dan mahasiswa perlu menjawabi tantangan tersebut.
Selain itu, Ibu Ona selaku dekan FKIP dalam sambutannya mengatakan bahwa, “mahasiswa adalah ujung tombak kampus. Mahasiswa adalah jati dirinya kampus”. Oleh karena itu, beliau berharap mahasiswa Prodi pendidikan matematika dapat menjaga nama baik lembaga IKTL. Beliau juga berharapkan mahasiswa prodi pendidikan matematika bisa menerapkan alat peraga dan bisa memberikan pelatihan kepada guru-guru, sehingga semuanya bermanfaat dalam jangka panjang. Kreativitas merupakan suatu ide yang ada di dalam kepala dan dikreatifitaskan dalam satu benda atau wujud. Ibu dekan juga memberikan apresiasi dan proficiat untuk panitia pelaksana kegiatan PKM-M, yang sudah dengan begitu semangat menyediakan semuanya. Diakhir sambutannya Beliau secara resmi melepaskan rombongan mahasiswa kegiatan PKM-M untuk melanjutkan apa yang sudah mereka daptkan di kampus dan dibagikan kepada masyarakat desa  Lewoloba.
Pada kamis, 05 Maret 2020 tepatnya pukul 07.00 WITA rombongan mahasiswa pendidikan matematika berangkat ke desa Lewoloba. Mahasiswa langsung menuju lokasi sasaran pertama yaitu SDK Lewoloba. Tiba di sekolah, Kepala Sekolah mengarahkan kepada rombongan untuk langsung masuk kelas. Semua mahasiswa langsung berpencar menuju ruang kelas masing-masing sesuai dengan tim yang sudah ditentukan. Mahasiswa melakukan praktik pembelajaran matematika dengan bantuan alat peraga. Alat peraga didesain sekreatif mungkin bertujuan untuk   dapat menarik minat siswa untuk belajar matematika. Para siswa sangat antusias dengan kedatangan mahasiswa program studi pendidikan matematika IKTL. Pembelajaran berlangsung lancar hingga pukul 11.30 WITA. Mahasiswa mendesain pembelajaran dengan pola bermain sambil belajar. Artinya siswa diberikan kesempatan untuk bermain dengan memperagakan alat peraga secara bergantian, dalam bermain tersebut siswa memperoleh ide kreatif untuk membentuk pola pikir tentang makna di balik "kejamnya matematika”. Pembelajaran dengan alat peraga ini mengajarkan kepada siswa bahwa, belajar matematika itu pelan tapi pasti. Bukan soal seberapa konsep yang sudah diketahui oleh siswa, melainkan bagaimana siswa dapat memahami konsep tersebut dengan tepat. Hal seperti ini sering disampaikan oleh dosen pendamping saat melakukan perkuliahan di kelas. Bahwa siswa perlu diberikan ruang untuk berimajinasi/berpikir (merdeka berpikir) sehingga terwujud kurikum siswa (merdeka belajar).
Diakhir kegiatan ini, kepala sekolah memberikan sambutan dan beliau mengatakan bahwa “ada yang cepat dan ada yang lambat itulah mereka. Dan dengan kehadiran adik-adik mahasiswa sekalian bisa membuat mereka menjadi lebih memhami konsep matematika yang dianggap masih abstrak,masih sulit,dan kurang bersahabat menjadi lebih nyata,lebih menarik,dan lebih dicintai oleh mereka, lewat alat peraga yang adik-adik ciptakan”. Selain itu, kepala sekolah juga mengharapkan, agar tahun depan prodi pendidikan matematika bisa hadir kembali di SDK Lewoloba dengan kegiatan serupa.
Selaku dosen pendamping, Bapak Bernadus Bin Frans Resi memberikan sambutan juga terkait kegiatan di SDK Lewoloba. Beliau mengatakan bahwa, “apa yang sudah mahasiswa peroleh di kampus mereka berbagi kepada adik-adik mereka di SDK Lewoloba”. Ucapan terima kasih juga kepada Kepala SDK Lewoloba, karena sudah dengan tangan terbuka menerima rombongan PKM-M, sehingga mahasiswa dapat menyalurkan dan mengimplementasikan apa yang sudah mereka pelajari di kampus. Beliau berharap semoga apa yang diberikan oleh mahasiswa program studi pendidikan matematika dapat bermanfaat bagi adik-adik di SDK Lewoloba.
Setelah acara sambutan tersebut, dilanjutkan dengan penyerahan alat peraga matematika oleh dosen pendamping kepada Kepala SDK Lewoloba dan dilanjutkan dengan penyerahan alat peraga dari ketua pelaksana PKM-M kepada perwakilan wali kelas. Semua guru terlihat sangat bahagia dan antusias dalam kegiatan ini. Kegitan di akhiri dengan foto bersama rombongan PKM-M dan semua guru SDK Lewoloba.
Selesai kegiatan di SDK Lewoloba, semua mahasiswa menuju ke kantor desa Lewoloba untuk melanjutkan acara penerimaan sekaligus pembukaan kegiatan PKM-M mahasiswa prodi pendidikan matematika oleh pemerintah desa. Bapak Kepala desa Yoseph Ratu Doren  dalam sambutannya mengatakan bahwa, “bangga mendapatkan kunjungan dari mahasiswa prodi pendidikan matematika IKTL. Lewoloba menjadi salah satu pusat perhatian di kabupaten Flores Timur oleh mahasiswa prodi pendidikan matematika”. Beliau juga menggambarkan tentang kondisi dan keadaan desa Lewoloba yang terdidri dari 8 RT dan 4 Dusun. Desa lewoloba juga dijuluki sebagai desa pendidikan karena memiliki lembaga pendidikan setiap jenjang mulai dari PAUD, TKK, SD, SMP dan SMA. Setelah Kepala desa membuka kegiatan PKM-M secara resmi, semua mahasiwa diarahkan langsung oleh Kepala desa ke tempat penginapan masing-masing yang telah disediakan.
Jumat, 06 Maret 2020, semua mahasiswa prodi pendidikan matematika menjalankan program kedua PKM-M di kantor desa berupa menginput data Sensus Penduduk Online (SPO) Desa Lewoloba didampingi oleh aparat desa setempat. Kegitan ini mulai pukul 08.00- 14.30 dan dilanjutkan pada pukul 19.00- 22.30.
Sabtu, 07 Maret 2020, mahasiswa prodi pendidikan matematika bersama warga masyarakat desa Lewoloba melakukan bakti sosial di sekitar area kantor Lewoloba. Kegiatan baksos ini mulai pukul 08.00 sampai selesai. Beberapa mahasiswa juga membuat 2 buah tempat sampah yang terbuat dari bahan lokal. Setelah selesai kegiatan baksos, semua mahasiswa kembali ke penginapannya untuk makan dan istirahat siang.
Sosialisai Kenakalan Remaja merupakan program ketiga PMK-M.  Kegiatan ini dimulai pukul 16.00-selasai yang bertempat di aula kantor desa Lewoloba. Kegiatan ini difasilitasi oleh para mahasiswa PKM-M. Peserta yang terlibat dalam kegiatan sosialisi ini sekitar 30 peserta terdiri dari siswa SMK Lamaholot Lewoloba, SMP N 2 Larantuka dan orang muda desa Lewoloba. Babinsa Kecamatan Ile Mandiri selaku Pemateri menyampaikan terimakasih kepada mahasiswa kegiatan PKM-M yang telah memprogramkan kegiatan ini, karena kegiatan semacam ini belum pernah terpikirkan oleh pemertintah desa setempat. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada generasi-generasi muda terkait dengan perubahan zaman yang semakin canggih, yang mana dapat berdampak negatif bagi perkembangan generasi.
Minggu,08 Maret 2020, merupakan akhir dari kegiatan PKM-M prodi pendidikan matematika. Bertempat di aula kantor desa Lewoloba, semua mahasiswa beserta seluruh aparat pemerintahan desa Lewoloba dan dosen pendamping kegiatan PKM-M mengikuti acara pelepasan rombongan mahasiswa PKM-M. Bapak kepala desa dalam sambuatannya mengatakan bahwa, “setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Segala sesuatu pasti ada waktunya. Ada waktu untuk bertemu, ada waktu untuk berpisah. Ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk menangis”. Beliau mengharapakn kegiatan semacam ini akan terulang kembali tahun depan di desa Lewoloba dan diperbanyak lagi anggotanya. Akhir dari sambutannya, beliau mengucapkan limpah terimakasih kepada dosen pendamping kegiatan PKM-M dan semua mahasiswa prodi pendidikan matematika atas semua yang telah diberikan, baik tenaga maupun pikiran. Bapak Bernadus selaku dosen pendamping dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses yang mahasiswa jalani belum sempurna, tetapi akan menjadi sempurna setelah menjalankan kegiatan di desa ini. Bersama masyarakat, mahasiswa belajarmengimplementasikan sedikit ilmu yang sudah diperoleh  bermasyarakat yang sesungguhnya. Beliau juga mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah desa yang sudah menerima kehadiran rombongan dengan tangan terbuka sejak kedatangan hingga penjemputan pada hari ini.
Diakhir dari semua rangkaian kegiatan ini, untuk mengikat tali persauadaraan, semua yang ada di aula tersebut, menikmati makanan alakadarnya yang bernuansa lokal dan diakhri dengan jabat tangan tanda salam perpisahan.


See You Next Time Lewoloba……………………

Kepala Bidang Dokumentasi dan Publikasi

Antonius Padua Boli Ata Makin

Komentar