AKU YANG SEAKAN KAU LUPAKAN: Puisi Memperingati Dies Natalis IKTL yang ke-11.

 

Oleh: Odilia Perada Holo

(Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika IKTL angkatan 2019)

 

Di sini, akan ku torehkan sepenggal kisahku

Kisahku dalam setiap ceritamu

Terasa seolah terus berputar-putar dalam lingkaran

Oh…sial. Harapan apa yang akan kau terbangkan esok hari?

Apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang selama ini terus kau lemparkan pada diriku?

Kau mengarang cerita bebas saat tak menemukan jawabannya

Kau terus bertanya, apa yang harus aku lakukan untukmu

Kendati seolah semua kegagalanmu terpulang padaku

Kalaupun semua anganmu tak akan terwujud

Siapa yang sesungguhnya dipersalahkan?

Jawablah……..!

Oh, aku tahu, kau pasti menyalahkan aku

Sekarang….

Giliran aku bertanya padamu, apa yang sudah kau berikan untukku?

Uang kertasmu?

Itu tidak akan cukup untuk membayar aku

Yang sudah melahirkan dan membesarkanmu

Bahkan di saat aku kekurangan, kau ingin beranjak meninggalkanku

Kau mengkhianatiku

Apa kau ingat, ketika kau hadir pertama kali

Aku menyambutmu dengan cinta

Aku tidak menolakmu, walaupun kau hadir dengan segalah keterbatasanmu

Hatiku begitu bahagia

Kaulah yang akan ku asah, ku asuh, ku asih untuk gelekat lewotanah

Tetapi…..

Aku telah kau sisihkan tanpa ada kesalahan

Telah ku coba untuk bertahan

Tapi, aku bisa apa saat hatiku kau porak-porandakan?

Marah…? Atau menangis sejadi-jadinya?

Andai aku bisa, akun ingin berteriak pada dunia

bahwa aku tak sudi melahirkan kamu, dia, dan mereka

maafkan aku yang tak bisa membuatmu bahagia dalam cinta

ada yang ingin ku sampaikan padamu

tapi….

Aku terlalu malu

Tolonglah, sekali-kali doakan aku, agar aku kuat

Karena aku masih mau mencintaimu lebih banyak

Masih mau hidup lebih lama

Dan melihatmu bahagia atas kesuksesanmu

Terimakasih untukmu yang masih mau mencintaiku

Semoga di usiaku yang kian menua ini

Mencintaimu tidak membuatku cepat keriput dan sakit-sakitan

Kau harus tahu, 11 tahun yang lalu

Tepatnya tanggal 08 September 2009 aku hadir di sini

Awalnya aku dianak tirikan

Namun….

Aku selalu berusaha meyakinkan mereka

Bahwa sesungguhnya aku adalah anak kandung mereka

Hingga 2013, melalui tangan kanan YAPERTHEL

Seorang ibu yang berhati mulia

Mau mengakuiku sebagai anak kandungnya

Yaitu, Dirjen Dikti

Di atas selembar kertas bernomor 272/E/O/2013 ia berikan padaku

Aku hadir dengan hati yang berlandaskan kasih Ilahi

Sebagai roh penggerak keutamaan, kekuatan dan keunggulan kelembagaan

Akulah yang selalu kau sapa IKTL

 

HAPPY BIRTHDAY IKTL

Waibalun, 08 September 2020

 

 

Komentar